SMP
N 1 COT GIREK SERING PUNGLI TERHADAP WALIMURID/PESERTA DIDIK
“ Saya tidak
tahu soal uang kas kelas, perpisahan, maulid nabi dan uang gorden karena ini
kebijakan walikelas bersama pembina osis & anggota osisi”
|
|||
Aceh Utara, habaRAKYAT
Salah satu walimurid yang tinggalnya di seputaran Cot
girek, kepada habaRAKYAT mengatakan “Cukup
disesalkan, sekolah yang menjadi favorit masyarakat cot girek ini. Tidak
sepenuh hati menjalankan misi dari Pemerintah. Yaitu wajib belajar 9 tahun yang
bermutu, dimana Larangan Pemerintah dalam hal melakukan pungli terhadap murid,
maupun wali murid tidaklah di indahkan” ujar SR/-red ininsial yang tidak
ingin disebutkan namanya saat menemui Tim habaRAKYAT belum lama.
SR yang adik
kandungnya bersekolah di SMP N 1 Cot
girek juga mejelaskan “Gara-gara uang
perpisahan buat kelas IX (kelas 3 tk SMP) angkatan 2012 sebesar Rp25.000-/
pernah adik saya tidak mau pergi sekolah dikarenakan malu sama teman, saat guru menagih diruang kelas waktu proses
belajar – mengajar berlangsung” Ungkap SR yang Orang tua kandungnya sudah
lama meninggal. SR juga menambahkan bahwa pernah adiknya pada saat kelas VII
(kelas 1 tk SMP) mendapatkan bantuan anak Yatim – Piatu Tahun 2011 yang lalu,
dimana pada saat proses pengambilannya cukup lama, sampai-sampai SR sempat
berdebat dengan Pengurus Sekolah/ baik Kepala Sekoah,Tata Usaha, Bedahara dan
para dewan guru yang akhirnya pihak sekolah dapat merealisasikan uang yang
seharusnya menjadi hak adiknya ini, itu pun karena ia berusaha untuk mendapatkan
bantuan anak yatim yang bersumberkan APBA ini. Seharusnya sekolah mempermudah
akses terhadap adik saya, tetapi sekolah ini juga terkesan seolah-olah tidak
tidak tahu apa dana sudah keluar atau belum.
Perlu diketahui, bahwa
masih ada beberapa pungli lagi yang telah diterapkan kepada peserta didik waupun wali murid yang mau
bertahan disekolah itu, haruslah
menyetor kepada Bendahara Kelas, yang alasan untuk dapat mengelola uang, ironisnya uang kas kelas ini
bertujuan untuk berkreasi dan membeli kebutuhan sekolah dalam hal memperindah
masing-masing kelasnya. Uang pungutan liar ini diantaranya digunakan untuk
pembelian berbagai macam kebutuhan perlengkapan kelas diantaranya, Denah Foto
Siswa (Penghuni Kelas), Struktur perangkat
kelas, daftar piket kebersihan kelas, bingkai-bingkai untuk gambar Pahlawan yang di tempelkan di
dinding kelas. Uang Kas Kelas yang jika dijumlahkan persiswa pada tahun 2012
ini mencapai 2 jutaan rupiah dalam 1 bulan.
Uang Kas kelas ini dikelola oleh Bendahara dimasing-masing kelas. Konon
katanya uang kas kelas dikembalikan kepada siswa pada saat kenaikan kelas,
maupun lulus. Tetapi hingga saat ini belum terbukti kalau uang yang dimaksud
kembali kepada masing-masing Walimurid maupun peserta didik SMP N 1 Cot girek.
Tidak hanya sekedar
pungutan itu saja yang dilancarkan oleh pengurus sekolah. Pernah menimbulkan kecemasan, serta
intruksi-intruksi keras dari wali murid yang tidak terima dengan Kebijakan
(Discretion} Kepsek maupun Tenaga Kependidikan serta tenaga Pendidik SMP N 1 Cot
girek. Salahsatu sumber mengatakan
kepada habaRakyat bahwa pada saat memperingati salahsatu hari kebesaran Agama
Islam(Maulid Nabi Muhammad SAW), SMP N 1 LSK
juga melakukan pungutan terhadap orang tua murid/walimurid sebesar Rp. 10.000,- pada tahun 2011. Sementara itu pada tahun
2012 belum lama ini, sekolah juga menetapkan uang maulid nabi sebesar Rp.
20.000,- dimana kegiatan yang sama
seperti tahun lalu.
Pada saat itu Sempat
menimbulkan Polemik dan kecaman dari berbagai pihak wali murid maupun tokoh
masyarakat yang lingkungan berdekatan SMP N 1 Cot girek. Kenyataan yang
dirasakan/dipandang oleh walimurid “Discretion
Low Black”
Dimana kebijakkan
manajemen sekolah ini tanpa pertimbangan dan musyawarah kepada walimurid secara
menyeluruh. Dalam hal melakukan Pungutan, seharus nya dilakukan musyawarah yang
mencapai mufakat bersama baik dalam hal menentukan nominal uang yang akan dipungut
oleh pihak sekolah. SB/ -red inensial mengatakan “Tanpa kesepakatan terlebih dahulu pihak sekolah telah menentukan
nominal sumbangan yang ditagih terhadap wali murid, entah dasar apa yang
membuat Pegurus sekolah itu berani mengambil sikap yang menurut kami cukup
memberatkan “ ujar tukang becak yang anaknya sekolah SMP N 1 Cot girek ,
Di tempat terpisah
salahsatu warga Lhoksukon Timur juga menyampaikan “Pihak sekolah melalui Kepala Sekolah dalam melakukan pengutipan uang maulid
nabi Muhammad S.A.W dengan alasan bentuk
bantuannya Sumbangan, tetapi ngak boleh kurang atas penetapan yang dilakukan
oleh pihak sekolah“ ungkap salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) yang anaknya
sekolah di SMP N 1 Cot girek. IRT itu juga menambahkan “Kalau memang pungutan ini dikatagorikan sumbangan, mengapa besar
nominal uangnya telah ditentukan tanpa kesapakatan kami” Ungkap orang tua
dari murid yang kurang mampu ini di tempat terpisah belum lama ini.
Oleh dasar fakta yang dirasakan
pihak wali murid SMP N 1 Cot girek sebagian besar mengatakan bahwa uang Maulid
ini bukanlah sumbangan seiklasnya. Melainkan
sumbangan yang telah ditentukan oleh pihak sekolah tanpa melakukan musyawarah
terlebih dahulu dalam hal penerapan
nominal pengutipan terhadap siswa/ muridnya.
Perlu diketahui bahwa pada
saat pungutan berlangsung beberapa wali murid yang berani berontak bahkan tidak sedikt bagi mereka yang
meneteskan air mata, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Kebijakan Tenaga
Kependidikan maupun Tenaga Pendidik SMP
N 1 Cot girek.

.
Walaupun demikian sekolah yang diduga memiliki segudang masalah ini, kian hari
kian membenahkan Manajemennya untuk lebih baik.Dalam hal ini Ironis nya akhir-akhir ini Abdullah S.Pd/Kepsek SMP N 1 Cot girek diruangan
Tata Usaha menjelaskan “ saat ini jumlah muridnya mencapai 452 murid, terdiri
dari 14 Ruang belajar dimana VII, kelas VIII dan kelas IX 6 Rombel ” Kepsek SMP
N 1 Cot girek yang sering disapa “Pak Lah” dapat dikatakan guru senior/ paling
lama disekolah tersebut. Pak Lah juga menambahkan bahwa dirinya tidak
mengetahui tentang data Beasiswa anak yatim 2011,”Mungkin data tersebut disimpan sama pak Ramli, mungkin dia lupa”ujar
abdullah S.Pd diruang kerjanya. sebagaimana yang diketahui masyarakat selama
ini, khususnya bagi peserta didik SMP N 1 Cot girek masih banyak banyak belum
mendapatkan bantuan tersebut. Terkait Bantuan Siswa Miskin (BSM) program
Pemerintah Pusat di sekolah SMP N 1 Cot girek hanya merenerima alokasi BSM
sebanyak 98 orang terdiri dari 28 orang kelas 1, 34 orang kelas 2, dan yang
terakhir 36 orang kelas 3, bahkan untuk tahun ini secara urgent tidak dapat
dimanfaat 5 orang, yang ditindak lanjuti dengan realisasi BOS TA 2012.