Jumat, 08 Juni 2012

SMP N 1 COT GIREK PARAH


SMP N 1 COT GIREK SERING PUNGLI TERHADAP WALIMURID/PESERTA DIDIK
“ Saya tidak tahu soal uang kas kelas, perpisahan, maulid nabi dan uang gorden karena ini kebijakan walikelas bersama pembina osis & anggota osisi”

Abudullah, S.Pd
Kepsek SMP N 1 Cot Girek
 
 
















           Aceh Utara, habaRAKYAT
              Salah satu walimurid yang tinggalnya di seputaran Cot girek, kepada habaRAKYAT mengatakan “Cukup disesalkan, sekolah yang menjadi favorit masyarakat cot girek ini. Tidak sepenuh hati menjalankan misi dari Pemerintah. Yaitu wajib belajar 9 tahun yang bermutu, dimana Larangan Pemerintah dalam hal melakukan pungli terhadap murid, maupun wali murid tidaklah di indahkan” ujar SR/-red ininsial yang tidak ingin disebutkan namanya saat menemui Tim habaRAKYAT belum lama.
SR yang adik kandungnya  bersekolah di SMP N 1 Cot girek juga mejelaskan “Gara-gara uang perpisahan buat kelas IX (kelas 3 tk SMP) angkatan 2012 sebesar Rp25.000-/ pernah adik saya tidak mau pergi sekolah dikarenakan malu sama teman,  saat guru menagih diruang kelas waktu proses belajar – mengajar berlangsung” Ungkap SR yang Orang tua kandungnya sudah lama meninggal. SR juga menambahkan bahwa pernah adiknya pada saat kelas VII (kelas 1 tk SMP) mendapatkan bantuan anak Yatim – Piatu Tahun 2011 yang lalu, dimana pada saat proses pengambilannya cukup lama, sampai-sampai SR sempat berdebat dengan Pengurus Sekolah/ baik Kepala Sekoah,Tata Usaha, Bedahara dan para dewan guru yang akhirnya pihak sekolah dapat merealisasikan uang yang seharusnya menjadi hak adiknya ini, itu pun karena ia berusaha untuk mendapatkan bantuan anak yatim yang bersumberkan APBA ini. Seharusnya sekolah mempermudah akses terhadap adik saya, tetapi sekolah ini juga terkesan seolah-olah tidak tidak tahu apa dana sudah keluar atau belum.
Perlu diketahui, bahwa masih ada beberapa pungli lagi yang telah diterapkan kepada  peserta didik waupun wali murid yang mau bertahan disekolah itu,  haruslah menyetor kepada Bendahara Kelas, yang alasan untuk dapat  mengelola uang, ironisnya uang kas kelas ini bertujuan untuk berkreasi dan membeli kebutuhan sekolah dalam hal memperindah masing-masing kelasnya. Uang pungutan liar ini diantaranya digunakan untuk pembelian berbagai macam kebutuhan perlengkapan kelas diantaranya, Denah Foto Siswa (Penghuni Kelas), Struktur perangkat  kelas, daftar piket kebersihan kelas, bingkai-bingkai  untuk gambar Pahlawan yang di tempelkan di dinding kelas. Uang Kas Kelas yang jika dijumlahkan persiswa pada tahun 2012 ini mencapai 2 jutaan rupiah dalam 1 bulan.  Uang Kas kelas ini dikelola oleh Bendahara dimasing-masing kelas. Konon katanya uang kas kelas dikembalikan kepada siswa pada saat kenaikan kelas, maupun lulus. Tetapi hingga saat ini belum terbukti kalau uang yang dimaksud kembali kepada masing-masing Walimurid maupun peserta didik SMP N 1 Cot girek.
Tidak hanya sekedar pungutan itu saja yang dilancarkan oleh pengurus sekolah.  Pernah menimbulkan kecemasan, serta intruksi-intruksi keras dari wali murid yang tidak terima dengan Kebijakan (Discretion} Kepsek maupun Tenaga Kependidikan serta tenaga Pendidik SMP N 1 Cot girek.  Salahsatu sumber mengatakan kepada habaRakyat bahwa pada saat memperingati salahsatu hari kebesaran Agama Islam(Maulid Nabi Muhammad SAW), SMP N 1 LSK  juga melakukan pungutan terhadap orang tua murid/walimurid sebesar Rp. 10.000,-  pada tahun 2011. Sementara itu pada tahun 2012 belum lama ini, sekolah juga menetapkan uang maulid nabi sebesar Rp. 20.000,-  dimana kegiatan yang sama seperti tahun lalu.
Pada saat itu Sempat menimbulkan Polemik dan kecaman dari berbagai pihak wali murid maupun tokoh masyarakat yang lingkungan berdekatan SMP N 1 Cot girek. Kenyataan yang dirasakan/dipandang oleh walimurid “Discretion Low Black”  
Dimana kebijakkan manajemen sekolah ini tanpa pertimbangan dan musyawarah kepada walimurid secara menyeluruh. Dalam hal melakukan Pungutan, seharus nya dilakukan musyawarah yang mencapai mufakat bersama baik dalam hal menentukan nominal uang yang akan dipungut oleh pihak sekolah. SB/ -red inensial mengatakan “Tanpa kesepakatan terlebih dahulu pihak sekolah telah menentukan nominal sumbangan yang ditagih terhadap wali murid, entah dasar apa yang membuat Pegurus sekolah itu berani mengambil sikap yang menurut kami cukup memberatkan “ ujar tukang becak yang anaknya sekolah SMP N 1 Cot girek ,



Di tempat terpisah salahsatu warga Lhoksukon Timur juga menyampaikan “Pihak sekolah melalui Kepala Sekolah dalam melakukan pengutipan uang maulid nabi  Muhammad S.A.W dengan alasan bentuk bantuannya Sumbangan, tetapi ngak boleh kurang atas penetapan yang dilakukan oleh pihak sekolah“ ungkap salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) yang anaknya sekolah di SMP N 1 Cot girek. IRT itu juga menambahkan “Kalau memang pungutan ini dikatagorikan sumbangan, mengapa besar nominal uangnya telah ditentukan tanpa kesapakatan kami” Ungkap orang tua dari murid yang kurang mampu ini di tempat terpisah belum lama ini.
Oleh dasar fakta yang dirasakan pihak wali murid SMP N 1 Cot girek sebagian besar mengatakan bahwa uang Maulid ini bukanlah  sumbangan seiklasnya. Melainkan sumbangan yang telah ditentukan oleh pihak sekolah tanpa melakukan musyawarah terlebih dahulu   dalam hal penerapan nominal pengutipan terhadap siswa/ muridnya.
Perlu diketahui bahwa pada saat pungutan berlangsung beberapa wali murid yang berani  berontak bahkan tidak sedikt bagi mereka yang meneteskan air mata, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Kebijakan Tenaga Kependidikan maupun Tenaga Pendidik  SMP N 1 Cot girek.
ALIM0686.JPG
. Walaupun demikian sekolah yang diduga memiliki segudang masalah ini, kian hari kian membenahkan Manajemennya untuk lebih baik.Dalam hal ini  Ironis nya akhir-akhir ini  Abdullah S.Pd/Kepsek SMP N 1 Cot girek diruangan Tata Usaha menjelaskan “ saat ini jumlah muridnya mencapai 452 murid, terdiri dari 14 Ruang belajar dimana VII, kelas VIII dan kelas IX 6 Rombel ” Kepsek SMP N 1 Cot girek yang sering disapa “Pak Lah” dapat dikatakan guru senior/ paling lama disekolah tersebut. Pak Lah juga menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui tentang data Beasiswa anak yatim 2011,”Mungkin data tersebut disimpan sama pak Ramli, mungkin dia lupa”ujar abdullah S.Pd diruang kerjanya. sebagaimana yang diketahui masyarakat selama ini, khususnya bagi peserta didik SMP N 1 Cot girek masih banyak banyak belum mendapatkan bantuan tersebut. Terkait Bantuan Siswa Miskin (BSM) program Pemerintah Pusat di sekolah SMP N 1 Cot girek hanya merenerima alokasi BSM sebanyak 98 orang terdiri dari 28 orang kelas 1, 34 orang kelas 2, dan yang terakhir 36 orang kelas 3, bahkan untuk tahun ini secara urgent tidak dapat dimanfaat 5 orang, yang ditindak lanjuti dengan realisasi BOS TA 2012.   







1 komentar:

  1. Saya alumni 2002 smp n 1 cotgirek,saya tidak pernah menyangka bahwa smp n 2 yg sekarang menjadi smp n 1,melakukan pungli terhadap siswa siswanya,karena dlu setiap mengadakan acara di sekolah guru dan wali murid selalu bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama yg juga tidak memberatkan wali siswa... saran saya tolong untuk bapak kepsek memperhatikan semua siswa siswi di smp n 1,karena sebagian dari mereka banyak warga yg tidak mampu.....jika harus ada uang kas tolong jangan yg memberatkan orang tua murid,kalau kesepakan uang kas dikembalikan pada saat kenaikan kelas tolong dikembalikan,dan jika ada pungutan uang untuk mengadakan acara di sekolah,tolong lakukan musyawarah dengan orang tua murid terlebih dulu,agar mencapai kesepakatan bersama,tolong pak jangan sampai terexpos keburukan tentang sekolahan kami,karena dari dlu smp n 1 corgirek dikenal dengan keramahan guru,kebaikan guru,dan rasa kekeluargaan yg selalu terpancar di smp n 1,tidak pernah ada pungli..

    BalasHapus